KPU Padang Laksanakan Rakor Pencalonan Walikota Dan Wakil Walikota Padang

PADANG - Mulai 1-7 Januari 2018, KPU Padang akan mengumumkan pendaftaran pasangan calon walikota dan wakil walikota Padang pada pemilihan serentak 2018. Selanjutnya, pada 8-10 Januari 2018, merupakan jadwal pendaftaran Paslon ke KPU Padang. Penetapan paslon dan pengundian nomor urut akan dilakukan pada 12-13 Februari 2018.

"Lokasi pendaftaran yang representatif, akan kita siapkan di kantor KPU Padang, Jl Syekh Umar Kalil, Lapau Baanjuang No 42A Padang, untuk menanti Paslon walikota dan wakil walikota Padang yang diusung gabungan partai politik atau calon perseorangan," ungkap Ketua Divisi Teknis KPU Padang, Candra Eka Putra, Selasa (19/12/2017) malam di Padang.

Jadwal pendaftaran ini disampaikan Candra, dalam rapat koordinasi (Rakor) pencalonan walikota dan wakil walikota Padang pada pemilihan serentak 2018 antara KPU dan partai politik tingkat Kota Padang. Rakor ini dihadiri bakal calon perseorangan, Syamsuar Syam-Misliza serta seluruh pengurus Parpol peserta pemilu 2014 tingkat Kota Padang.

Saat ini, terang Candra, KPU Padang tengah melakukan verifikasi faktual bukti dukungan calon perseorangan atas nama Syamsuar Syam-Misliza. "Melakukan verifikasi faktual ini, KPU Padang dibantu PPK dan PPS. Saat ini, prosesnya tengah berlangsung sampai 24 Desember 2017," terangnya.

Diterangkan Candra, syarat pencalonan dan calon, semua form-nya telah disiapkan KPU Padang. Paslon beserta Parpol pengusung, tinggal mengisi saja lagi.

"Form yang kita siapkan ini dalam bentuk hard copy dan soft copy. Kami di KPU berharap, Rakor ini bisa menghilangkan keragu-raguan dalam mengisi Form ini nantinya," terang Candra.

Sementara, Ketua Divisi Hukum KPU Padang, Riki Eka Putra menyebutkan, akan ada 8 instansi atau lembaga yang mesti menerbitkan surat terkait pemenuhan syarat calon. Di antaranya, pengadilan negeri setempat, kepolisian resort, KPK, Pengadilan Niaga dan lainnya.

"Surat keterangan sedang tidak dinyatakan pailit dikeluarkan oleh Pengadilan Niaga Medan atau Pengadilan Tinggi Sumbar. Sekarang, kita juga berharap bisa diterbitkan di Pengadilan Tinggi Sumbar, sehingga tak perlu ke Medan, Sumut," ungkap Riki menjawab tanya Delikson Munthe, utusan PDI Perjuangan Padang.

Sementara, utusan Partai Golkar, Yosrizal Affendi mengungkapkan kekhawatiran soal waktu yang tersedia untuk mengurus Laporan Kekayaan Pejabat Negara (LKPN). Dokumen ini diurus dalam rentang waktu 14 hari mulai dari 1 Januari 2018.

"Saat ini, masih banyak Parpol yang belum memiliki pasangan calon. LKPN yang mesti diurus lebih awal, kami khawatir waktunya mepet sekali dengan jadwal pendaftaran calon," terang Yosrizal.

Sementara, bakal Paslon perseorangan, Syamsuar Syam mempertanyakan, kepastian dirinya memiliki tiket untuk maju ke arena Pilwako Padang ke KPU Padang. Selain itu, Syamsuar juga mempertanyakan bantuan dana dari KPU atau negara untuk Paslon.

"Saya ditanya juga oleh pendukung soal dapat bantuan ini, makanya saya tanyakan di kesempatan ini," terang Syamsuar.

Menjawab tanya Syamsuar, Riki menjelaskan, Paslon tak menerima fasilitasi berupa uang tunai dari negara. Namun, berupa alat peraga kampanye. "Nanti, kalau bapak mendaftar dan dukungannya memenuhi syarat, maka fasilitasi dalam bentuk alat peraga kampanye yang disediakan negara," terang Riki.

Ketua PBB Padang, Zulkifli Aziz memberikan pandangan, soal rumitnya regulasi dalam syarat pencalonan dan syarat calon. Dokumen yang mesti disiapkan sangat banyak dan lintas instansi atau lembaga.

"Saat ini, pemerintah tengah memangkas rantai birokrasi. Kenapa KPU semangatnya malah makin memperpanjang birokrasi. Lihat sajalah syarat calon dan pencalonan ini. Banyak sekali yang mesti dilengkapi," terang Zulkifli.

"Terlebih, rentang waktu masa perbaikan berkas syarat calon, hanya dua hari setelah penetapan Paslon. Ini bisa menggagalkan Paslon, karena mungkin saja calon yang akan diusung, baru disepakati di menit-menit akhir," tambah Zulkifli sembari mengingatkan KPU Padang, agar menyuarakan hal ini ke tingkat pusat.[Media Center KPU Kota Padang]