Berita KPU Padang

24-August-2020 : kpupadangkota

Pilkada Masa New Normal “ Harapan dan Tantangan” (bersama Jurusan Ilmu Politik Universitas Andalas)

image kpu

PADANG- Pemilihan serentak akan segera dilakukan pada tanggal 9 Desember 2020. Berbagai macam sosialisasisedang dilakukan oleh KPU Kota Padang mulai dari daring dan luring dalam upaya menyukseskan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk Provinsi Sumatera Barat, cara tersebutdilakukan dengan salah satu menarik minat masyarakat untuk datang ke TPS pada hari pemilihan nanti dengan cara melakukan sosialisasi dengan gencar salah satunya yang dilakukan pada hari ini Senin, (24/08/2020) bersama dengan jurusan Ilmu Politik Universitas Andalas.

Pelaksanaan sosialisasi kali ini merupakan kerjasama antara KPU Kota Padang dengan Jurusan Ilmu Politik Universitas Andalas dalam pelaksanaan webinar daring dan juga luringserta ditayangkan secara live oleh media sosial KPU Kota Padang

Acara yang dilaksanakan di Ruang Seminar Lantai 3 Jurusan Ilmu Politik Universitas Andalas tersebut dihadiri sebanyak 20 orang tatap Muka yang merupakan mahasiswa S1 dan S2 jurusan Ilmu Politik, sedangkan untuk Acara yang dilakukan melalui zoom Metting di ikuti sebanyak 100 Peserta yang merupakan mahasiswa dari jurusan ilmu Politik, Dosen dan Alumni dari ilmu Politik.

Tema yang diangkat dalam webinar secara daring melalui aplikasi zoomtersebut adalah “PILKADA MASA NEW NORMAL : HARAPAN DAN TANTANGAN”.

Hadir dalam Webinar ini Komisioner KPU Kota Padang Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Atika Triana, Perwakilan dari Jurusan Ilmu Politik Universitas Andalas serta Narasumber juga adalah Ketua Jurusan Ilmu Politik Universitas Andalas Dr. Indah Adi Putri, M.IP dan acara dimoderatori oleh Mhd. Fajri, M.A yang juga merupakan Dosen Muda Universitas Andalas. Acara diawali dengan sambutan dari Dekan FISIP Universitas Andalas Dr. Azwar, M.Si.

Sambutan yang disampaikan oleh Dekan FISIP Universitas Andalas Azwar menyatakan bahwa “Jurusan Ilmu Politik senantiasa mengangkatkan Webinar untuk menjaga atmosfir akademik di tengah situasi pandemi, sehingga sebagai pimpinan kami mengapresiasi dan akan selalu mensupport karena selalu menghadirkan topik-topik up to date untuk didiskusikan. Sehingga, kerjasama yang telah terjalin ini nantinya dapat tetap berlanjut bahkan hingga tingkat Provinsi hendaknya.” Sesuai dengan topik Webinar yang diangkatkan,

Atika Triana yang menjadi Narasumber pada kesempatan menjelasakan tentang pelaksanaan Pilkada di Masa New Normal bahwa dari tantangan yang akan dijalani oleh KPU dalam melaksanakan pemilihan di masa New Normal ini ada tiga Poinyaitu Pertama, persoalan partisipasi pemilih dalam Pilkada yang akan disonsong kedepan.

Trend partisipasi politik masyarakat Kota Padang dalam setiap Pilkada ataupun Pemilu yang digelar dari tahun 2005 hingga tahun 2015 yang lalu cenderung turun. Namun, pasca Pilkada Serentak yang dimulai dari tahun 2015 mengalami peningkatan menjadi 52%, pada Pilkada Serentak 2018 meningkat menjadi 63%, dan dalam Pemilu Serentak 2019 kemarin rata-rata partisipasi pemilih dimana KPU Kota Padang masuk ke dalamnya meningkat menjadi 79%. 1Tantangannya disini jelas bagaimana tingkat partisipasi yang ditargetkan sebesar 77,5% dapat bertahan dan meningkat hendaknya.

Kedua, penyelenggaraan Pilkada di masa pandemi ini Pilkada dijaga agar tetap demokratis, profesionalitas, dan tetap menjaga keselamatan dan kesehatan. Artinya, hak politik dan hak kesehatan menjadi seimbang. Ketiga, legitimasi masyarakat terhadap hasil Pilkada yang diselenggarakan. Agar nanti tidak muncul persepsi di tengah masyarakat bahwa Pilkada tetap berlangsung dan dilaksanakan, namun tidak memiliki arti bahkan legitimasi dari masyarakat karena ketidak sadaran masyarakat dan ketidak pedulian masyarakat karena situasi pandemi yang juga terjadi. Ketiga, Legitimasi hasil pemilu, keabsahan hasil pemilu bisa didapatkan ketika seluruh elemen merasakan peran penting pilkada dalam pembangunan sosial dan infrastruktur ditengah masyarakat. Tingkat partisipasi yang mencapai 79% pada Pemilu serentak tahun 2019 di kota Padang tentu menjadi PR besar para funsionaris KPU dalam aturan serta kebiasaan yang berubah di era new normal.

Dr. Indah yang juga sebagai narasumber ikut memberikan beberapa point terkait kondisi politik dalam dunia yang berubah sebagai dampak pandemi covid 19. New normal adalah adaptasi kebiasaan baru dalam mensiasati perubahan yang terjadi terebut sehingga sosialisasi politik yang dilakukan oleh KPU dan semua pihak yang terlibat harus dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan dan regulasi yang ada.

Harapannya menurut Dr. Indah proses pilkada tidak hanya sekedar pemenuhan prosedur demokrasi tetapi juga yang paling penting mencapai hakikat dan substansi demokrasi itu sendiri. Seperti pemenuhan terhadap hak pemilih untuk mendapatkan informasi yang cukup terkait proses dan tahapan pilkada, dilain sisi tantangan yang muncul ialah keterbatan akses internet oleh sebagian masyarakat kita dan ini merupakan bagi tantangan bagi KPU dalam mensukseskan Pilkada serentak Desember mendatang. Regulasi tentang prosedur pemilihan di TPS harus disiapkan sebaik mungkin dengan memperhatikan data pemilih yang benar serta tingkat keamanan baik untuk pemilih maupun penyelenggara. Pilkada bukan hanya momentum prosedural yang akan dilalui masyarakat dalam kurun periode tertentu tapi pilkada era new normal harus memuat hakikat demokrasi yaitu partisipasi aktif dan penegakan hukum. Tantangan lain yang saat ini disadari bersama yaitu fokus masyarakat yang terpecah karena menghadapi pandemi covid 19, sehingga perlu upaya yang lebih masif bagi para pihak yang terlibat untuk menjaga agar kualitas demokrasi tetap terjaga melalui sosialisasi yang tepat. Tambah Dr. Indah



Pasca pemaparan dua narasumber maka dilaksanakan diskusi yang mana muncul beberapa pertanyaan seperti yang disampaikan akmal mahasiwa Magister ilmu Politik tentang bagaimana strategi KPU kota Padang dalam mengantisipasi money politik di era New Normal? disaat masyarakat mengalami penurunan dalam berbagai sektor ekonomi, tentu ini menjadi peluang bagi calon yang ingin bermain ditataran money politik. Selanjutkan pertanyaan juga muncul dari Jimas mahasiwa S1 ilmu politik tentang bagaiman strategikampanye di masa New normal?

Diakhir sesi Atika Triana Komisioner KPU Kota Padang menyampaikan “ partisipasi politik masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama, mari membangun kesadaran dengan bersinergi sejalan”

Ketua Jurusan Ilmu Politik Dr. Indah juga menambahkan bahwa pilkada harus mencapai substansi demokrasi walupun kondisi dan tantangan yang kita hadapi begitu nyata. Pilkada adalah momentum kita menentukan sikap dalam proses pembangunan bangsa. Tantangan yang kita hadapi adalah kesempatan untuk menunjukkan kekuatan yang selama ini belum tergali.[Media-Center.1]



Berita Terkait

berita kpu padang

KPU Kota Padang Serahkan Piagam Penghargaan Kepada PPK Atas Suksesnya Pemilihan Serentak 2020

berita kpu padang

MODEL D HASIL PERKECAMATAN KOTA PADANG

berita kpu padang

Hari Kedua Pelaksanaan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara KPU Kota Padang tetapkan Perolehan Hasil Suara untuk Kota Padang

berita kpu padang

Kpu Kota Padang Secara Resmi Buka Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Hasil Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat Tahun 2020 tingkat Kota Padang