Berita KPU Padang

01-September-2020 : kpupadangkota

"PANDEMI VS PARTISPASI PEMILIH"

image kpu

PADANG- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang, melakukan Sosialisasi bersama dengan Jaringan Demokrasi Indonesia (JADI) Sumatera Barat pada hari Senin (31/08/2020). JaDI sendiri merupakan para mantan dari penyelenggara pemilu.

Sosialisasi yang dilaksanakan antara KPU Kota Padang dengan Jaringan Demokrasi (JaDI) Sumatera Barat tersebut merupakan salah satu bentuk dan upaya untuk meningkatkan Partisipasi Pemilih dalam menyukseskan Pilgub Sumbar, Pemilihan yang dilaksanakan Serentak 9 Desember 2020 .

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di salah satu cafe di Kota Padang yang memiliki fasilitas Room Metting dan menerapkan standar protokol covid-19, Turut hadir Komisioner KPU Kota Padang Atika Triana, Amid Muttaqim, Azwirman dan Sekretaris KPU Kota Padang Lucky Dharma Yuli, Kasubag Teknis Sutrisno bersama Staf, untuk peserta yang hadir sebanyak 20 orang dari organisasi JaDI serta 4 orang dari Media.

Yang menjadi narasumber adalah Ketua KPU Kota Padang Riki Eka Putra dan Mufti Syarfie Presedium JaDI Sumbar dengan Moderator Toni Marsi Pengurus JaDI.

Ketua KPU Padang, Riki Eka Putra di Padang, mengatakan tantangan penyelenggaraan Pilkada semakin berat.

Dulunya isu yang tidak selesai hingga saat ini adalah kualitas penyelenggara tahapan ditambah kondisi pandemi COVID-19.

Menurut dia pekerjaan besar saat ini adalah meningkatkan kualitas pemilihan di saat pandemi COVID-19.

Ia menerangkan salah satu langkah yang telah dilakukan KPU Padang adalah melakukan uji cepat atau rapid test terhadap penyenggara pemilihan, mulai dari tenaga PPS yang ditugaskan verifikasi faktual calon perseorangan kemaren, petugas pendukung, Sekretariat PPS, Sekretariat PPK, PPK, Sekretariat KPU, termasuk Komisioner KPU sendiri.

Ia mengaku hal itu belum cukup karena seluruhnya harus melakukan tes usap untuk memastikan keamanan dalam masa pandemi.

Ia mengatakan pihaknya akan menjalin kerjasama dengan Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 di Kota Padang untuk mewujudkan hal tersebut.

Sementara Presedium JADI Sumbar, Mufti Syarfie dalam materinya untuk pelaksanaan pilkada pada masa pandemi ini mengatakan KPU Kota Padang harus pandai menjalin komunikasi dengan Satgas COVID-19, sehingga pelaksanaan Pilkada di tengah Pandemi ini dapat berjalan sukses.

Partisipasi Pemilih Pilkada 2005 tercatat sebanyak 2.927.904 orang dan yang memberikan suaranya pada hari “H: sebanyak 1.881.518 pemilih (64,26%), berarti tercatat 1.046.386 pemilih yang tidak memberikan suaranya dengan berbagai alasan sebanyak 25.74% dari DPT

Pada Pilkada 2010, jumlah pemilih yang tidak memberikan suaranya meningkat. Dari jumlah pemilih 3.319.459 pemilih, tercatat sebanyak 1.207.624 orang yang tidak memberikan suaranya 26.38%. Atau tingkat partisipasi pemilih (turn out voters) hanya 63,62% dan menurun 0,4% dibanding Pilkada sebelumnya.

Pada Pilkada 2015, tingkat partisipasi masih cenderung menurun. Pemilih dalam DPT tercatat 3.489.743 orang, sementara yang memberikan suaranya sebanyak 2.079.063 pemilih atau sekitar 59.58%. Berarti yang absen memilih dengan berbagai dalih sebanyak 1.410.650 orang atau 48.42%.

Mufti Syarfie menambahkan bahwa Penyelenggara sebagai promotor protokol kesehatan dalam menjaga kualitas Pilkada. Partisipasi pemilih mesti bersandar pada prinsip Pilkada yang bebas dan adil. Prinsip Pemilihan yang bebas adil mesti dimaknai dengan kebebasan dari kebohongan, bebas cara dan tindakan curang, pengaruh yang menyesatkan, antara lain politik uang dan tekanan kepada pemilih setelah menerima imbalan(bansos pandemik) Kritik kepada penyelenggara mesti dipahami sebagai keniscayaan dalam mencapai cita-cita demokrasi substansial. Jangan jadi penyelenggara “baper” dan harus terbuka sesuai dengan nilai demokrasi.

Partisipasi pemilih jangan hanya ditentukan saat hari “H” (turn out voters). Artinya keterlibatan pemilih dan pemangku kepentingan lain harus dibangun sejak awal. Partisipasi hari “H” adalah refleksi kerja panjang pelibatan masyakat. Penyelenggara harus mampu meyakinkan banyak pihak bahwa Pilkada 2020, adalah “Pilkada Sehat”; sehat pemilih, peserta dan penyelenggara serta sehat demokrasinya. Mengajak keterlibatan semua elemen masyarakat dalam bersosilisasi merupakan kekuatan membangun partisipasi.ucapnya.[Media-Center.1]



Berita Terkait

berita kpu padang

KPU Kota Padang Serahkan Piagam Penghargaan Kepada PPK Atas Suksesnya Pemilihan Serentak 2020

berita kpu padang

MODEL D HASIL PERKECAMATAN KOTA PADANG

berita kpu padang

Hari Kedua Pelaksanaan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara KPU Kota Padang tetapkan Perolehan Hasil Suara untuk Kota Padang

berita kpu padang

Kpu Kota Padang Secara Resmi Buka Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Hasil Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat Tahun 2020 tingkat Kota Padang