Berita Terkini

Tambahan Dukungan Diverifikasi Faktual Kolektif Bapaslon Dari Jalur Perseorangan Ikuti Pemeriksaan Kesehatan

PADANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang Melakukan Verifikasi Faktual Kolektif Terhadap 33.283 Berkas Dukungan Yang Diserahkan Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Perseorangan, Syamsuar Syam-Misliza Dalam Pemilihan Walikota Dan Wakil Walikota Padang Periode 2018-2023. Verifikasi Faktual Kolektif Ini Dilakukan 4-10 Februari 2018. “Bapaslon Syamsuar Syam-Misliza Pada Tanggal 1 Februari Lalu Telah Menyerahkan Syarat Dukungan Ke KPU Padang Sebanyak 33.733. Setelah Dilakukan Rangkaian Verifikasi Mulai Dari Verifikasi Jumlah Dukungan Serta Sebaran Hingga Administrasi, Maka Syarat Dukungan Yang Memenuhi Syarat (MS) Sebanyak 33.283. Yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) Sebanyak 450,” Ungkap Ketua Divisi Teknis KPU Kota Padang, Chandra Eka Putra, Senin (5/2/2018). Pada Minggu (4/2/2018) Lalu, Terang Chandra, KPU Telah Menyerahkan 33.283 Berkas Dukungan Bapaslon Syamsuar Syam-Misliza Ke PPK. Secara Berjenjang Pula Disalurkan PPK Ke PPS. “Tahapan Selanjutnya Adalah PPS Akan Melakukan Verifikasi Faktual Kolektif Terhadap Berkas Dukungan Itu,” Terang Chandra, Senin (5/2/2018) Di KPU Padang. Diterangkan Chandra, Teknis Pelaksanaan Verifikasi Faktual Kolektif Ini Nanti Adalah, Anggota PPS Berkoordinasi Dengan Tim Penghubung Atau Liasion Officer (LO) Bapaslon Syamsuar Syam-Misliza, Untuk Menghadirkan Orang-orang Yang Telah Memberikan Dukungan Kepadanya Di Waktu Dan Tempat Yang Telah Disepakati. “Setelah Waktu Dan Tempat Disepakati Antara PPS Dan LO Bapaslon, Maka Anggota PPS Akan Melakukan Verifikasi Faktual Kolektif Dengan Mengonfirmasi Ke Pemberi Dukungan Bapaslon Syamsuar Syam-Misliza. Jika Orang Tersebut Mengakui Memang Benar Memberikan Dukungan, Maka Dicatat MS, Jika Sebaliknya Maka Dicatat TMS,” Kata Chandra. Syarat Dukungan Yang Diserahkan Bapaslon Syamsuar Syam-Misliza Tersebar Di 11 Kecamatan Di Kota Padang, Kata Chandra, Namun 90 Persen Terdapat Di Kecamatan Kuranji. “Di Kuranji Terdapat 28.287 Syarat Dukungan Atau Paling Banyak Dibandingkan Dengan Kecamatan Lainnya. Sementara, Syarat Dukungan Paling Sedikit Terdapat Di Kecamatan Lubuk Kilangan, Yakni Sebanyak 8 Dukungan,” Ungkap Chandra. Untuk Saat Ini, Bapaslon Syamsuar Syam-Misliza Baru Memiliki Syarat Dukungan Yang MS Sebanyak 26.586 Atau Masih Kurang Sebanyak 14.530 Dari 41.116 Minimal Syarat Dukungan Yang Harus Dipenuhi Oleh Bapaslon Syamsuar Syam-Misliza Dalam Pemilihan Walikota Dan Wakil Walikota Padang Untuk Periode 2018-2023. //Jalani Tes Kesehatan// Sembari Menunggu Hasil Verifikasi Faktual Kolektif, Bapaslon Syamsuar Syam-Misliza Juga Mengikuti Rangkaian Tes Kesehatan Di RSUP M Djamil Selama Dua Hari, Yakni 5-6 Februari 2018. “Dalam Pemeriksaan Kesehatan Ini, KPU Padang Bekerjasama Dengan IDI, BNN Dan Himpsi. Selama Dua Hari Kedepan, Ketiga Lembaga Itu Akan Memeriksa Kesehatan Syamsuar Syam-Misliza, Mulai Dari Fisik, Penyalahgunaan Narkotika Dan Tes Kejiwaan,” Jelas Chandra. Sementara, Ketua IDI Sumbar, Pom Harry Satria Berharap, Pemilihan Serentak Ini Bisa Sesuai Dengan Apa Yang Diamanahkan Undang-undang. Terutama Berkaitan Dengan Kesehatan, Tak Hanya Fisik Tapi Juga Mental. “Kita Ingin Para Pasangan Calon Bisa Berkompetisi Dalam Keadaan Sehat,” Terangnya. “IDI Menyiapkan Tim Ahli Yang Terdiri Dari 17 Dokter Dari Berbagai Latar Belakang Keilmuan. Nanti Akan Dilakukan Pemeriksaan Fisik, Laboratorium, Penunjang Khusus Untuk Hati, Jantung Dan Lainnya. Termasuk Psikiatri,” Ungkapnya. [Media Center KPU Kota Padang]

KPU Padang Adakan Rakor Penataan Dapil Bersama Pimpinan Parpol Se-Kota Padang

PADANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang Merancang Dua Alternatif Komposisi Kecamatan Dalam Satu Daerah Pemilihan (Dapil), Untuk Pemilu Legislatif 2019 Mendatang. Kedua Rancangan Dapil Ini, Nantinya Akan Jalani Proses Uji Publik Sebelum Ditetapkan KPU RI. Ketua Divisi Teknis KPU Padang, Chandra Eka Putra Mengatakan, Data Agregat Kependudukan Per Kecamatan (DAK2) Padang Per Desember 2017 Lalu Sebanyak 883.767 Jiwa. Dengan Jumlah Penduduk Sebanyak Itu, Terangnya, Tidak Ada Penambahan Jumlah Kursi Atau Masih Tetap Sebanyak 45 Kursi Seperti Periode Sebelumnya. “Walau Tidak Ada Perubahan Jumlah Kursi, Namun Untuk Dapil, KPU Padang Diberi Kesempatan Membuat Rancangan Perubahan. Nanti, Rancangan Dapil Ini Akan Diuji Publik Dan Disampaikan Ke KPU Provisi Lalu Akan Diputuskan KPU RI,” Jelas Chandra Pada Rapat Koordinasi (Rakor) Penyusunan Dapil Kota Padang Untuk Pemilu 2019, Rabu (31/1/2018) Di Aula Lantai II KPU Padang. Di Antara Dua Rancangan Dapil Itu, Salah Satunya Masih Sama Dengan Pemilu 2014. Yakni Dapil Padang I Yang Terdiri Dari Kecamatan Koto Tangah (10 Kursi), Dapil II (Kecamatan Kuranji Dan Pauh, 10 Kursi). Kemudian, Dapil III (Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung Dan Lubuk Kilangan, 10 Kursi), Dapil IV (Kecamatan Padang Selatan Dan Padang Timur, 7 Kursi) Dan Dapil V (Kecamatan Padang Barat, Padang Utara Dan Nanggalo, 8 Kursi). Rancangan Dapil Yang Kedua, Terang Chandra, Yakni Dapil Padang I (Kecamatan Koto Tangah, 10 Kursi), Dapil Padang II (Kecamatan Kuranji, 7 Kursi), Dapil Padang III (Kecamatan Pauh Dan Lubuk Kilangan, 6 Kursi). Selanjutnya, Dapil Padang IV (kecamatan Bungus Teluk Kabung Dan Lubuk Begalung, 7 Kursi), Dapil Padang V (kecamatan Padang Timur Dan Padang Selatan, 7 Kursi) Dan Dapil Padang VI (kecamatan Padang Barat, Padang Utara Dan Nanggalo, 8 Kursi. “Simulasi Ini Masih Percobaan Awal. Kami Akan Meminta Masukan Dari Semua Pihak Dan Nanti Akan Kita Uji Publik, Lalu Kita Usulkan Ke KPU Provinsi, Kemudian KPU Provinsi Lah Yang Mengusulkan Ke KPU RI,” Terangnya. Ketua Divisi Umum, Logistik Dan Keuangan KPU Padang, Mahyudin Dalam Sambutannya Saat Membuka Kegiatan Ini Mengatakan, Diskusi Ini Jadi Yang Terakhir Membahas Komposisi Kecamatan Dalam Satu Dapil Di Kota Padang Untuk Pemilu 2019, Antara KPU Dengan Pimpinan Partai Politik Se-Kota Padang Serta Stake Holder. “Sebenarnya, Diskusi Menyangkut Dapil Ini Sudah Berlangsung Tiga Kali Dilakukan KPU. Hal Ini Dilakukan, Agar Dalam Pileg 2019 Nanti Semua Parpol Tidak Merasa Keberatan,” Kata Mahyudin. Rakor Ini Dihadiri Pimpinan Partai Politik (Parpol) Se-Kota Padang, Para Stakholder, Anggota Panwaslu Padang, Perwakilan Dari Polresta Padang, Dandim 0312 Padang Dan Utusan Sejumlah Media Massa. Dalam Sesi Diskusi, Perwakilan PKB Padang, Syahrial Koto Menilai, Dari Dua Alternatif Yang Ditawarkan KPU Padang, PKB Meminta Direvisi Ulang. Perbaikan Itu Berada Pada Alternatif I Dengan Lima Dapil. “Ada Beberapa Dapil Yang Punya 10 Kursi Di Usulan Pertama. Memerhatikan Jumlah Kursi Di Dapil IV (Padang Selatan Dan Padang Timur) Yang Masih 7 Kursi, Sebaiknya Kecamatan Bungus Teluk Kabung Yang Berada Di Dapil III Dipindahkan Ke Dapil IV Sehingga Alokasi Kursi Di Dapil Padang IV Bisa Bertambah Dan Terjadi Pemerataan Kursi,” Harap Syahrial Koto. Sementara, Perwakilan Partai Golkar, Yosrizal Effendi Menegaskan, Hasil Focus Group Discussion (FGD) Yang Digelar KPU Padang Beberapa Waktu Lalu Dengan Perwakilan Parpol, Adalah Sudah Sepantasnya Disampaikan Ke KPU RI. “Saat FGD Itu, Dari Tiga Alternatif Rancangan Yang Disiapkan KPU, Peserta Akhirnya Menyepakati Komposisi Kecamatan Dalam Satu Dapil Seperti Usulan Yang Kedua (enam Dapil Dengan Kecamatan Kuranji Berdiri Sendiri, Pauh Dengan Luki Serta Lubeg Dan Bungus-red) Sebagaimana Dalam Sesi Rakor Kali Ini,” Tegas Yosrizal Yang Juga Mantan Kordiv Divisi Teknis KPU Padang Itu. Sementara, Politisi Partai Demokrat, Yusak David Menyampaikan, Pada Intinya Dalam Penyusunan Dapil Ini, Yang Paling Penting Itu Adalah Keseimbangan Yang Dilakukan KPU Dalam Menata Jumlah Dapil Dan Jumlah Kursi Ditiap-tiap Dapil. [Media Center KPU Kota Padang]

Coklit Serentak Di Kota Padang Lebihi Target

PADANG – Sedikitnya, 16.005 Rumah, Telah Ditemui Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Pemilihan Walikota Dan Wakil Walikota Padang Pada Kegiatan Pencocokan Dan Penelitian (Coklit) Serentak Secara Nasional, Sabtu (20/1/2018) Lalu. “Dari 16.005 Rumah Itu, Ada 20.066 Kepala Keluarga (KK) Yang Telah Tercoklit,” Ungkap Kepala Divisi Perencanaan Dan Data KPU Padang, Yusrin Trinanda Didampingi Rika Yanita (Kasubag Program Dan Data), Selasa (23/1/2018). Dikatakan Yusrin, Dari 20.066 KK Itu, Terdapat 53.543 Pemilih Dengan Rincian 26.018 Pemilih Laki-laki, Dan 27.525 Pemilih Perempuan. “Jumlah Rumah Yang Paling Banyak Tercoklit Di Hari Pertama Itu Berada Di Kecamatan Koto Tangah Sebanyak 3.330 Rumah, Sementara Yang Paling Sedikit Berada Di Kecamatan Bungus Teluk Kabung Sebanyak 414 Rumah,” Ungkapnya. Untuk Jumlah KK, Terangnya, Juga Terbanyak Di Kecamatan Koto Tangah Yakni 3.767 KK Dan Yang Paling Sedikit Juga Di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Yakni 505 KK. “Jumlah Pemilih Paling Banyak Juga Terdapat Di Kecamatan Koto Tangah, Yakni 10.629 Dan Yang Paling Sedikit Juga Di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Yakni 1.355 Pemilih,” Terang Yusrin. Menurut Yusrin, Data Coklit Di Hari Pertama Ini Melebihi Target Yang Semula Hanya Ditargetkan Sebanyak 10.380 Rumah. “Semula Kami Menargetkan Hanya 10.380 Rumah Dengan Masing-masing PPDP Mencoklit 5 Rumah. Namun, Data Yang Kami Dapat Melebihi Target,” Kata Yusrin Yusrin Menambahkan, Proses Coklit Oleh PPDP Masih Akan Berlangusung Sampai 18 Februari Mendatang. Diharapkan, Semua PPDP Dapat Melaksanakan Tugasnya Dengan Maksimal Dengan Asas Cocok Datanya, Teliti Bekerjanya. Pada Coklit Serentak Hari Pertama Itu, KPU Padang Membagi Lima Komisioner Melakukan Coklit Ke-11 Kecamatan Yang Ada Di Ibu Kota Provinsi Sumbar Itu. Yusrin Trinanda Ke Koto Tangah Dan Nanggalo, Chandra Eka Putra (Kuranji Dan Pauh), Riki Eka Putra (Lubeg, Luki Dan Bungtekab), Mahyudin (Padang Timur Dan Selatan) Serta Muhammad Sawati (Padang Barat Dan Utara). Tokoh Yang Di Coklit Serentak Di Kota Padang Pada Hari Pertama Itu Di Antaranya Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Mahyeldi (Wako Padang), Emzalmi (Wawako Padang), Herman Nawas (tokoh Pendidikan), Yandril (anggota DPRD Padang), Darman Moenir (budayawan) Dan Lainnya. “Kami Harapkan Dengan Dicoklitnya Para Tokoh Di Padang Pada Saat Hari Pertama Itu, Dapat Juga Menyebarluaskan Tahapan Coklit Ke Masyarakat Melalui Media Sosial Mereka, Atau Secara Langsung Kepada Warga Agar Seluruh Warga Pemilih Dapat Terdata Dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilwako Padang,” Pungkas Yusrin. [Media Center KPU Kota Padang]

Belum KTP Elektronik Diberi Catatan Coklit Pemilihan Serentak 2018, Yusrin: 13 Elemen Data Pemilih Dicocokan Dengan KK Dan KTP

PADANG - Sebanyak 1.704 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Di Kota Padang, Sabtu (20/1/2018), Bergerak Serentak Mendata 634.197 Warga Yang Tercatat Dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Pemilihan Serentak 2018 Di Kota Padang. Mereka Mencocokan Sekaligus Melakukan Penelitian (Coklit) Data Di DP4 Ini Mulai Dari Gubernur, Pengusaha, Anggota DPRD Padang Hingga Rakyat Badarai. “Coklit Yang Digelar Serentak Se-Indonesia Ini, Juga Dilakukan Komisioner KPU, Anggota PPK Dan PPS Bersama PPDP. Sebelumnya, KPU Bersama PPK, Melakukan Apel Pagi Di Kantor KPU,” Ungkap Ketua KPU Padang, Muhammad Sawati. Apel Pagi Jelang Coklit Ini, Dipimpin Ketua Divisi Program Dan Data KPU Padang, Yusrin Trinanda. Di Kesempatan Itu, Yusrin Mengingatkan Peserta Apel Yang Merupakan Anggota PPK Se-Kota Padang, Untuk Memastikan PPDP Menemui Setiap Warga. “Kalau Tak Bertemu Hari Ini. Temui Lagi Besoknya Karena Coklit Ini Baru Akan Berakhir 18 Februari 2018 Nanti. Setiap Warga Yang Belum Masuk DP4 Ini Tapi Telah Mengontongi Dokumen Kependudukan Kota Padang, Harus Didaftarkan Sehingga Tercatat Dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) Hingga Ditetapkan Jadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Nantinya,” Ungkap Yusrin. Pada Coklit Ini, Setiap PPDP Akan Mencocokan Dokumen Kependudukan Warga (KTP, KK Atau Surat Keterangan/Suket), Dengan 13 Elemen Data Yang Ada Di DP4. Ketigabelas Elemen Data Itu Di Antaranya, Nomor Kartu Keluarga (KK), Nomor Identitas Kependudukan (NIK) Pada Kartu Tanda Penduduk (KTP), Tempat Dan Tanggal Lahir Hingga Lokasi RW Dan RT Tempat Tinggal Penduduk Tersebut. Pada Coklit Serentak Ini, KPU Padang Membagi Lima Komisioner Melakukan Coklit Ke-11 Kecamatan Yang Ada Di Ibu Kota Provinsi Sumbar Itu. Yusrin Trinanda Ke Koto Tangah Dan Nanggalo, Chandra Eka Putra (Kuranji Dan Pauh), Riki Eka Putra (Lubeg, Luki Dan Bungtekab), Mahyudin (Padang Timur Dan Selatan) Serta Muhammad Sawati (Padang Barat Dan Utara). Tokoh Yang Di Coklit Serentak Di Kota Padang Pad Hari Pertama Ini Di Antaranya Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Mahyeldi (Wako Padang), Emzalmi (Wawako Padang), Herman Nawas (tokoh Pendidikan), Yandril (anggota DPRD Padang), Darman Moenir (budayawan) Dan Lainnya. Yang Mesti Dilakukan PPDP Pada Coklit Ini Yakni Mencatat Pemilih Yang Telah Memenuhi Syarat, Tetapi Belum Terdaftar Dalam Daftar Pemilih, Memperbaiki Data Pemilih Apabila Terdapat Kesalahan, Mencoret Pemilih Yang Telah Meninggal, Mencoret Pemilih Yang Telah Pindah Domisili Ke Daerah Lain, Mencoret Pemilih Yang Telah Berubah Status Sipil Menjadi Status TNI Atau POLRI. Kemudian, Mencoret Pemilih Yang Belum Genap Berumur 17 Tahun Dan Belum Kawin/menikah Pada Hari Pemungutan Suara, Mencoret Data Pemilih Yang Dipastikan Tidak Ada Keberadaannya, Mencoret Pemilih Yang Terganggu Jiwa/ingatannya Berdasarkan Surat Keterangan Dokter, Mencoret Pemilih Yang Sedang Dicabut Hak Pilihnya Berdasarkan Putusan Pengadilan Berkekuatan Hukum Tetap. Selanjutnya, Mencatat Pemilih Berkebutuhan Khusus Pada Kolom Jenis Disabilitas, Mencoret Pemilih Yang Berdasarkan Identitas Kependudukan Bukan Merupakan Penduduk Pada Daerah Yang Menyelenggarakan Pemilihan.“Disabilitas Ini Terdiri Dari Tuna Rungu, Tuna Wicara, Tuna Daksa, Tuna Grahita Dan Disabilitas Lainnya,” Ungkap Yusrin. “Saat Coklit, PPDP Juga Meminta Warga Untuk Memperlihatkan KTP Elektronik Beserta KK-nya. Jika Belum KTP Elektronik, Juga Diberi Catatan Pada Kolom Khusus Di Dokumen DP4,” Tambah Yusrin. [Media Center KPU Kota Padang]

1.704 PPDP Akan Sosialisasikan Pilwako Padang Ke Setiap Warga

PADANG - Ketua Divisi Program Dan Data KPU Padang, Yusrin Trinanda Memastikan, Mulai Sabtu (20/1/2018), Sebanyak 1.704 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Akan Bekerja Mendata 634.197 Warga Padang Yang Tercatat Dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4). Pada Tanggal 20 Januari Itu, Kegiatan Pencocokan Dan Penelitian (Coklit) DP4 Ini Akan Digelar Serentak Secara Nasional. Coklit Ini, Terang Yusrin, Dilakukan Dengan Metode Sensus (dicacah Satu Per Satu-red). Selain Itu, PPDP Juga Diminta Untuk Sekaligus Menyosialisasikan Pemilihan Walikota Dan Wakil Walikota Padang Pada Pemilihan Serentak 2018 Ke Setiap Warga Yang Ditemui. PPDP Ini Bekerja Mulai 20 Januari Hingga 18 Februari 2018. “Dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Coklit DP4 Pemilihan Serentak 2018 Yang Telah Kita Lakukan Secara Berjenjang, Kita Menekankan Pada Petugas PPDP Untuk Wajib Menemui Setiap Warga Yang Tercantum Dalam Dokumen Itu,” Terang Yusrin, Usai Rapat Koordinasi Persiapan Coklit Serentak Dengan PPK Se-Kota Padang, Kamis (18/1/2018) Sore. Yusrin Berharap, Partisipasi Partai Politik Serta Seluruh Elemen Masyarakat, Ikut Mengawal Proses Coklit Ini Berjalan Sesuai Ketentuan. “Sehingga, Data Pemilih Jadi Akurat Sekaligus Sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah Jadi Tepat Sasaran,” Terang Yusrin. Dikatakan Yusrin, Tujuan Coklit Ini Untuk Menyusun Dan Memperbaiki Daftar Pemilih, Agar Mendapatkan Data Yang Akurat Pada Pelaksanaan Pemilihan Walikota Dan Wakil Walikota Padang Yang Akan Dilaksanakan Pencoblosannya Pada Rabu, 27 Juni 2018. Yusrin Menambahkan, Data Yang Di-coklit Selama Kurang Lebih Dari Satu Bulan Itu, Tidak Hanya Digunakan Untuk Pilwako Padang, Namun Juga Jadi Dasar Untuk Menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu Legislatif Dan Presiden 2019. “Mulai Dari KPU RI, KPU Provisi, KPU Kabupaten/kota, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) Dan PPDP Pada 20 Januari Nanti Akan Mendatangi Minimal 5 Rumah Dalam Rangka Pelaksanaan Gerakan Coklit Daftar Pemilih Di Seluruh Wilayah Indonesia,” Terangnya. Sementara, Menyangkut DP4 Kota Padang Berikut Dokumen Yang Diperlukan Untuk Coklit (Form Model A.KWK), Telah Didistribusikan Ke PPK Untuk Kemudian Secara Berjenjang Dibagikan Ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) Lalu Didistribusikan Ke Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). “Bahan Form Model A.KWK Telah 100 Persen Kita Distribusikan Kepada PPK,” Ungkap Yusrin. Selain Itu, Upaya Menyosialisaskan Pemilihan Walikota Dan Wakil Walikota Padang 2018 Ini Ke Masyarakat, Salah Satu Kegiatan Yang Telah Dilaksanakan KPU Padang Yakni Kegiatan Jambore Demokrasi Pelajar. Kegiatan Yang Digelar Di Lemdadika Padang Besi Pada 6-8 November 2017 Ini, Diikuti 358 Pramuka Penegak Dari SMA/sederajat Di Kota Padang. “Pada Jambore Demokrasi Pelajar Itu, KPU Padang Memberikan Pendidikan Politik Pada Pelajar Yang Masuk Kategori Pemilih Pemula Itu, Agar Memiliki Pengetahuan Praktis, Bagaimana Proses Demokrasi Berjalan, Khususnya Tentang Tahapan Proses Penyelenggaraan Pilwako Padang 2018,” Terang Yusrin. Kongkritnya, Selama Jambore Demokrasi Pelajar Itu, Seluruh Peserta Mengikuti Simulasi Tahapan Proses Pilwako Padang. Setiap Tahapan, Diperankan Para Pelajar Peserta Jambore Tersebut. “Pada Simulasi Itu, Para Pemilih Pemula Ini Ada Yang Berperan Sebagai Panitia Pemilihan, Ada Yang Berperan Sebagai Peserta Pemilihan, Kemudian Juga Ada Yang Berperan Sebagai Pengawas Dan Tenaga Pengamanan Hingga Akhirnya Terpilih Walikota Jambore,” Terang Yusrin. “Pengalaman Selama Jambore Ini, Oleh Utusan SMA Adabiah, Ditindaklanjuti Dengan Melaksanakan Pemilihan OSIS Dengan Mengadopsi Sistem Pemilu. Panitia Pemilihan OSIS SMA Adabiah Meminta Kegiatan Mereka Disupervisi Oleh KPU Padang. Hasil Supervise KPU Ke Sekolah Itu, Akhirnya Membuahkan Pemilihan Yang Berjalan Sukses Pada 29 Januari 2018,” Ungkap Yusrin Sembari Menyebut, Supervisi Ini Dilakukan Langsung Ketua KPU Padang, M Sawati Bersama Sutrisno (Kasubag Teknis KPU Padang). [Media Center KPU Kota Padang]  

Dokumen Coklit Mulai Didistribusikan Ke PPDP

PADANG - KPU Padang, Sejak Selasa (16/1/2017) Telah Mulai Mendistribusikan Kebutuhan Kegiatan Pencocokan Dan Penelitian (Coklit) Ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Coklit Ini Akan Digelar Secara Serentak Di Daerah Yang Menyelenggarakan Pemilihan Serentak 2018, 20 Januari Besok. “Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) Kota Padang Berikut Dokumen Yang Diperlukan Untuk Coklit (Form Model A.KWK), Telah Kita Distribusikan Ke PPK Untuk Kemudian Secara Berjenjang Dibagikan Ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) Lalu Didistribusikan Ke Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP),” Ungkap Ketua Divisi Program Dan Data KPU Kota Padang, Yusrin Trinanda, Rabu (17/1/2018). Dikatakan Yusrin, Baru Tiga PPK Yang Mengambil Bahan A.KWK. “Ketiga PPK Itu Adalah Nanggalo, Padang Barat Dan Padang Selatan,” Jelas Yusrin Didampingi Rika Yanita (Kasubang Program Dan Data). Diharapkan Yusrin, Anggota PPK Segera Mengambil Bahan A.KWK Ke KPU Padang Dan Secepatnya Juga Mendistribusikan Ke PPS Sehingga Pada 20 Januari Itu Pelaksanaan Coklit Bisa Terlaksana Secara Lancar. Diketahui, Pada 20 Januari Itu Akan Ada 5 Orang Komisioner KPU Padang, 55 Orang Anggota PPK, 312 Orang Anggota PPS Serta 1.704 Orang PPDP, Akan Melakukan Coklit Secara Serentak Di Seluruh Wilayah Kota Padang. Masing-masingya Akan Mencoklit Lima Unit Rumah Warga. “Pada Saat Mencoklit Itu, Warga Padang Diharapkan Mempersiapkan KTP-elektronik, Kartu Keluarga (KK) Atau Surat Keterangan (Suket) Dari Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil, Untuk Dicocokan Datanya Dengan DP4,” Pungkas Yusrin. [Media Center KPU Kota Padang]